Selasa, 06 Agustus 2013

Camat Pesanggrahan


Lurah Ulujami

















Camat Pesanggrahan



Perlu Kerjasama Dalam Membangun Jakarta

Serah terima dan lepas jabatan karena pergantian dan pergerseran pada jabatan dalam lingkungan pemerintah Kota Adm Jakarta Selatan adalah lumrah. Seperti halnya Camat Pesanggrahan Eko Suroyo menggantikan Camat lama Syamsudin Tonde yang Purna Bhakti, Lurah Ulujami Sri Emi Fariza Kartini yang sesuai hasil lelang pindah menjadi Lurah Selong diganti Ratu Dian Cherawati yang semula menjabat Lurah Senayan. Lepas sambut tersebut diselenggarakan belum lama ini sekaligus buka bersama di Ruang Serba Guna Kantor Kelurahan Ulujami Kecamatan Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan. Dalam sambutannya Camat Pesanggrahan Eko Suroyo mengatakan bahwa sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada camat lama yang telah membangun Kecamatan Pesanggrahan, sehingga mendapat prestasi pada tingkat Provinsi DKI Jakarta. “Mari kita berkerja sama dalam membangun dan meningkatkan kinerja untuk menjadikan Kecamatan Pesanggrahan dan khususnya Kelurahan Ulujami lingkungan yang bersih, indah dan aman,” ujarnya. Sementara itu, Lurah Ulujami Ratu Dian Cherawati sangat terharu dan bahagia kepada masyarakat Kelurahan Ulujami yang dapat menerima dirinya sebagai Lurah Ulujami dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk membangun Kelurahan Ulujami, setidak-tidaknya dapat meminimalisir terjadinya banjir. “Tentunya hal itu semua dapat dilaksanakan dengan bersinerginya antara masyarakat dan pemerintah. Mudah-mudahan dengan adanya saling koordinasi yang baik, kita semua dapat menyelesaikan segala permasalahan yang ada ditengah-tengah masyarakat,” imbuhnya.

Agrowisata Pesanggrahan

Pada tanggal 25 Oktober 2009, RW 06 diresmikan oleh Walikota Jakarta Selatan menjadi Kampoeng Agrowisata Pesanggrahan berkat prakarsa Bapak Thamrin dan restu dari H. Alimin Budiharjo Ketua RW. 06 Kel. Pesanggrahan Kec. Pesanggrahan Jakarta Selatan dengan didukung oleh Lurah, Camat, Dekel, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Masyarakat Kel. Pesanggrahan lainnya. Kawasan RW. 06 bukan real-estate, bukan pula kompleks instansi tertentu, melainkan perumahan yang penduduknya berasal dari berbagai kalangan dengan keadaan sosial yang beragam. Ada yang pensiunan PNS berbagai departemen mulai dari staf sampai pejabat tinggi, kemudian banyak pegawai swasta dan wirausaha, profesional (dokter, konsultan, tukang urut, guru ngaji), pedagang (dari tukang bakso sampai juragan batik), dll. Suasana di sini memang masih seperti di perkampungan yang teduh dan sejuk.

Thamrin, Merpati RT. 01/06,Kel. Pesanggrahan, Kec. Pesanggrahan,Jaksel, Telp. 085880481352

Anggrek Pesanggrahan

Berawal dari hobinya dalam merawat tanaman dipekarangan rumah sejak tahun 1970-an, pada akhirnya di tahun 1996 tercetuslah kegiatan “Budi Daya Anggrek Pesanggrahan” dengan tujuan untuk bisa berperan serta aktif dalam meningkatkan informasi dan teknologi dalam bidang budi daya tanaman anggrek. Kegiatan yang sering dilakukan adalah pertemuan rutin untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan kerjasama antar anggota.

Hj. Rosani, Mawar,Telp. 021-99841907

Kompos Pesanggrahan

Pada Tahun 2007 deangan diawali dari kegelisahan H. Rusdi dalam melihat sampah dilingkungan RW. 06 Kel. Pesanggrahan Kec. Pesanggrahan Jakarta Selatan yang tidak terkendali berserakan dimana-mana. Dengan inisiatifnya, dikumpulkan para ibu rumah tangga dilingkungannya untuk mengelola sampah yang berserakan diwilayah RW. 06 tersebut. Mereka bersepakat membentuk kelompok yang dinamakan “Kompos Pesanggrahan”.

H. Rusdi, Flamboyan, Telp. 08138968011

Paguyuban Pensiunan Pegawai Warga Pesanggrahan

Usia tua bukan berarti seseorang tidak lagi produktif. Paguyuban Pensiunan Pegawai Warga Pesanggrahan RW 06 Pesanggrahan, Jakarta Selatan berdiri sejak tahun 2006. Melalui tangan kreatif para lansia ini, sampah rumah tangga berhasil diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Produk yang dihasilkan pun beraneka ragam, mulai dari pupuk organik hingga briket berbahan baku sampah. Seluruh warga mengumpulkan iuran secara swadaya, uang yang terkumpul sedikit demi sedikit digunakan untuk penghijauan.

Ali Mukhtar, Merpati, Telp. 085880481352

Rental Tanaman Hias Pesanggrahan



Awalnya Bapak Aswad menanam sedikit tanaman hias dipekarangan rumahnya di Jl. Rajai RT. 004 RW. 04 Kel. Ulujami, Kec. Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Namun sekitar tahun 1980-an, ketika tetangga dan kenalannya mulai banyak yang membeli koleksi tanamannya, Bapak Aswad bersama warga lainnya bersepakat membuat kegiatan “Rental Tanaman Hias Pesanggrahan”. Merawat tanaman hias sebenarnya mudah, tinggal mempersiapkan pupuk berupa pupuk merang dan serabut kayu serta teratur menyiram.

Bapak Aswad, Rajai RT. 004 RW. 04,Kel. Ulujami, Kec. Pesanggrahan,Jaksel,021-98827073

Sambiloto Pesanggrahan



Sejak berdiri pada tahun 1997 “Sambiloto Pesanggrahan” terus menggiatkan produksi jamu-jamu dari tanaman obat yang dikemas dalam bentuk kapsul serta tanaman obat yang telah dikeringkan. “Sambiloto Pesanggrahan” bersama dengan 20 anggotanya dan terus mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan hasil alam dalam pengobatan berbagai penyakit. Manfaat daun sambiloto dapat mengatasi hepatitis, infeksi saluran empedu,disentri basiler, tifoid, diare, influenza, radang amandel (tonsilitis), abses paru, radang paru (pneumonia).

Ibu Fitriyah, Palem I Pet. Utara,Pesanggrahan, Jakarta Selatan,Telp. 081808474912

Sablon Pesanggrahan



“Sablon Pesanggrahan” yang berdiri atas inisiatif para Insan Taruna di Kel. Ulujami Kec. Pesanggrahan Jakarta Selatan pada Tahun 2009 memiliki unit usaha yang bergerak dibidang sablon dan percetakan. Unit usaha ini di kelola oleh 3 (tiga) orang pemuda yang berusia antara 20 – 27 tahun. Walaupun permintaan pasar cukup lumayan, namun manajemen pengelolaannya masih sederhana.

Gondo Margono, Ulujami, Telp. 081298831461

Tagana

 
Tagana Berdayakan "generasi muda"

Tagana, adalah suatu organisasi sosial yang bergerak dalam bidang penanggulangan bencana alam dan bencana sosial yang berbasiskan masyarakat. Pembentukan Tagana merupakan suatu upaya untuk memberdayakan dan mendayagunakan generasi muda dalam berbagai aspek penanggulangan bencana, khususnya yang berbasis masyarakat. Keberadaan Tagana selama seitar 4 tahun ini telah banyak melakukan kegiatan kemanusiaan dalam bencana dan kegiatan kesejahteraan sosial yang akhirnya menjadi salah satu organisasi yang diterima oleh masyarakat. Selain itu hampir semua anggota Tagana telah mengikuti pelatihan dibidang penanggulangan bencana dan bidang kesejahteraan sosial, menyebabkannya mampu melaksanakan aneka peranan di bidang penanggulangan bencana. Sebagai suatu organisasi, Tagana mampu mengembangkan program dan kegiatannya secara berkelanjutan. Tagana sebagai relawan penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang bermartabat dan handal di bidang bantuan sosial harus dibekali keahlian yang cukup, pendidikan dan pelatihan secara periodik.

Susu Kedelai Pesanggrahan



“Susu Kedelai Pesanggrahan” mulai eksis pada tahun 2007 dengan anggotanya sebanyak 20 orang ibu rumah tangga yang tinggal berdekatan dan mempunyai keinginan menambah penghasilan keluarga dengan membuat usaha bersama-sama. Mereka rutin menyelenggarakan pertemuan dalam rangka musyawarah untuk menentukan jenis usaha yang akan dikembangkan. Selang berjalannya waktu, akhirnya mereka bersepakat memproduksi “Susu Kedelai” secara bersama setiap harinya.

Ibu Endah, Ulujami, Telp. 021-95427718

Lenong Pesanggrahan

Lenong Pesanggrahan

Sejak tahun 2008 “Lenong Pesanggrahan” yang bermarkas di Jl. Rajai RT. 001 RW. 04 terus berafiliasi kepada publik melalui ruang seni tradisi. Yang namanya “Begaya Lenong” pementasannya sangat sederhana dengan musik pengiringnya rebana marawis, tapi para pelakonnya tetap survive berakting sesuai dengan alur cerita yang diperankan masing-masing. Semua itu dilakukan dengan harapan terwujudnya masyarakat yang berbudaya. Kegiatan rutinnya adalah membina generasi muda agar cinta dengan budaya tradisi bangsanya karena bangsa yang besar adalah masyarakat yang bangga dengan budaya tradisi bangsanya. Telah banyak karya yang dihasilkan seperti : Lakon “Gara-Gara Raja Blunder, Lakon “Gara-Gara “Hansip Salah Tangkap”, Lakon “Gara-Gara Juragan Dimadu”, Lakon “Gara-Gara Lamaran Ditolak”, Lakon “Gara-Gara Baju Blerek”, Lakon “Gara-Gara Suster Cerewet”. Semua itu tidak menjadi berkembang bilamana pihak terkait tidak memperhatikan keberadaan dan kelestarian seni budaya teater tradisional Betawi. (ziz)

Abdul Aziz, Jl. H. Ridhi RT. 005 RW. 03,Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel,Telp. 083899534758

Festival Silat Betawi Pesanggrahan



Festival Silat Betawi Pesanggrahan Tahun 2012, Beksi “pertahanan empat mata angin”

Silat Betawi merupakan salah satu khazanah seni budaya bangsa yang penting artinya bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan sehingga perlu adanya proses pelestarian demi memupuk kesadaran jatidiri bangsa. Salah satu silat Betawi yang berkembang adalah beksi yang mempunyai arti “pertahanan empat” bermakna pertahanan empat arah mata angin, yakni timur, barat, utara dan selatan. Wilayah pengembangan beksi adalah daerah Petukangan, Pondok Aren dan Kreo oleh tiga guru besar, yakni Kong Haji Hasbullah, Kong Haji Nur dan Kong Haji Simin. Belum lama ini, Dinas Olahraga dan Pemuda Prov DKI Jakarta bekerjasama dengan Ormas Pekat dan Perguruan Beksi Sejati Kong Haji Hasbullah menyelenggarakan perhelatan akbar Festival Silat Betawi Tahun 2012 di Lapangan Kostrad Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Disela perhelatan tersebut, diselingi pengukuhan Perguruan Beksi Sejati Kong Haji Hasbullah yang dipimpin langsung oleh anak-anak kandung dari alm. Kong Haji Hasbullah dengan disaksikan oleh berbagai perguruan silat Betawi lainnya.

(sumber : festival silat betawi tahun 2012, disorda dki, ormas pekat, beksi sejati h. hasbullah)

Bir Pletok Pesanggrahan

Bir Pletok Pesanggrahan

“Bir Pletok Pesanggrahan” berdomisili di RW 02 Kelurahan Petukangan Selatan, mengawali kegiatannya pada tahun 1992. Mulanya tercatat 15 ibu rumah tangga, kini anggotanya sekitar 30 ibu rumah tangga. Syarat untuk menjadi anggota kelompok tani terutama adalah berminat dan hobi. Itu saja, tak perlu iuran ini itu atau pendidikan khusus. Jangan bayangkan sebuah pabrik besar yang memproduksinya.

Hj. Sunarti Satimin,Jl. Damai No. 7 RT.11/02,Pet. Selatan, Pesanggrahan, Jaksel,081381585539

Palang Pintu Pesanggrahan

Palang Pintu Pesanggrahan

“Palang Pintu Pesanggrahan” beralamat di Jl Kemajuan 27 A Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan tetap eksis dalam membina, mengembangkan dan melestarikan serta memanfaatkan kesenian Betawi ini yang didalamnya berisi silat dan berpantun serta diisi dengan “dramaturgi” ala Betawi dan diiringi oleh musik rebana, gambang kromong, tanjidor, ketimpring, hadroh.

Didi Supriadi, S.Kom, Jl. Kemajuan 27 A, Ulujami

Topeng Blantek Pesanggrahan



Topeng Blantek Pesanggrahan

Topeng Blantek adalah teater tradisional Betawi, sundung tempat rumput dijadikan pagar pemisah penonton dan pemain. Dalam permainannya, diiringi dengan tabuhan blentang blantek. Berawal dari itulah lahir istilah Blantek. Perkembangan Blantek tidak menggembirakan, sejak tahun 1950-an aktivitas blantek vakum. Tahun 1976 Pemda DKI Jakarta mulai menggali kembali blantek. Tahun 1979 diadakan lokakarya dan festival blantek. Kegiatan festival blantek dilaksanakan kembali tahun 1994 dan 1997. Festival dimaksudkan untuk regenerasi, dorongan moril, motivasi berkreasi, dan perluasan persebaran blantek Seperti “Blantek Pesanggrahan” yang beralamat di Jl. Ciledug Raya RT. 002 RW. 03 Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, berdiri tahun 1980-an dan sempat vakum, kemudian mulai bangkit kembai pada tahun 2003. Walaupun penuh dengan keprihatinan terus membina, mengembangkan dan melestarikan Blantek kepada generasi muda diwilayahnya. Dengan terus menyelenggarakan pelatihan Blantek setiap minggu secara rutin. Dalam perkembangannya, kini Blantek Pesanggrahan pada pementasannya tetap menggunakan sundung sebagai pembatas pengiring dengan pemain, obor sebagai simbol keluar dan masuknya pemain dan musik pengiringnya menggunakan musik rebana. Didalam pementasan Blantek berisikan pesan pendidikan, dakwah, promosi, penerangan dan hiburan. Dengan demikian, seluruh masyarakat bertanggung jawab dalam pelestarian Blantek demi menuju masyarakat yang menjunjung budaya tradisional menjadi bagian dari budaya nasional.

Muscam PK KNPI



Tarawih Keliling Walikota Jakarta Selatan



Pilar-Pilar Sosial


Polsek Pesanggrahan



Camat Pesanggrahan



Pendataan PMKS